Terima kasih, sungguh-sungguh terima kasih...
Betapa aku mengaguminya sebagai manusia..
Aku tahu, aku pasti bukan anak yang berbakti..
Di masa kecilku, aku sering menghardiknya, dan mungkin pernah berkata-kata kasar padanya..
Tapi aku tidak akan memohon ampunan-Mu Tuhan...
Hanya aku ingin diberikan kesempatan, untuk membahagiakan dia...
Berikanlah dia kesehatan dan umur panjang Tuhan...
Untuk bisa melihatku sebagai sosok yang ia banggakan dalam hidupnya..
Ketika aku mengenang masa kecilku,
aku nyaris tidak pernah menemukan cela darinya...
Dia sosok wanita sempurna di mataku ya Tuhan...
Sekali lagi terima kasih..
Ketika ia mendudukkanku di meja dan menahanku dengan mesin tik agar tidak jatuh...
Ketika ia membonceng kedua anaknya subuh-subuh untuk mandi di kantornya yang jaraknya begitu jauh waktu air PAM macet..
Ketika ia selalu membelikanku mainan, bola basket, pistol-pistolan, papan catur dan banyak lagi sepulang dari dinas luar kota...
Ketika ia menggendongku sewaktu tanganku luka kena ledakan pistol-pistolan yang pelurunya model petasan...
Ketika ia selalu menanyakan setiap aku akan pulang dari merantau "mau dimasakin apa, dik?"
Ketika ia lebih mementingkan aku daripada tubuhnya sendiri sewaktu kecelakaan motor..
Ketika pertama kali aku melihat ia menitikkan air mata karena perilaku orang yang dulu disayanginya..
Ketika ia selalu membangunkanku dan membuka mataku setiap putus cinta... ahahaha..
Sial Tuhan, aku tidak bisa menyebutkan semuanya...
Terlalu banyak...
Sekarang saya bisa percaya, memang dibalik setiap pria besar, pasti ada wanita yang hebat yang ada di belakangnya...
Terima kasih banyak, Tuhan... Terima kasih, Ibuku sayang..

0 komentar:
Poskan Komentar